Selasa, 25 Juli 2017

MENGEJUTKAN..!! Kurangi perokok, harga rokok kembali diusulkan Rp 50.000 per bungkus

SUARANITIZEN  -  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan data mengejutkan soal rokok. Isinya, perokok pemula di Asia Tenggara termasuk Indonesia terus meningkat yang disebabkan oleh harga rokok yang masih terlalu murah.





WHO dalam situs resminya www.searo.who.int menyebutkan, rokok sudah membunuh 7 juta orang tiap tahunnya di dunia. Khusus di Asia Tenggara, disebutnya mencapai 1,3 juta orang per tahun.

Melihat fakta ini, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Hasbullah Thabrany kembali mendorong pemerintah agar menaikkan harga rokok dalam negeri. Menurutnya, pemerintah harus berani menaikkan harga rokok, sebab, harga yang ada saat ini terlalu murah. Menurutnya, angka ideal untuk pasar Indonesia, minimal Rp 50.000 per bungkus.

"Harga rokok Rp 50.000 berdasarkan survei perlu digalakkan terus," ucapnya seperti dikutip di Jakarta, Rabu (26/7).

Pihaknya mendapatkan angka itu setelah melakukan survei kepada masyarakat. Pertanyaannya, berada di angka berapa seseorang akan berhenti membeli rokok. Harga rokok Rp 50.000 menjadi titik efektif bagi perokok pemula untuk membeli produk tembakau itu.

Begitu juga bagi masyarakat miskin, diharapkan tidak lagi membuang uang untuk rokok. "Bisa dimulai dengan menaikkan rokok sampai Rp 50.000 per bungkus," katanya.

Menurutnya, kenaikan harga rokok perlu dilakukan dengan segera. Sebab, efek dari rokok Rp 50.000 per bungkus juga tidak bisa dirasakan secara instan. Sedikitnya, butuh waktu sampai 20 tahun supaya masyarakat benar-benar menurunkan konsumsi rokok. Jika tidak segera dimulai, tentu makin lama waktu yang dibutuhkan. "Tapi, itu butuh ketegasan politik dari pemerintah," ucapnya.

Momen pemerintah mengumpulkan Tax Amnesty disebutnya bisa menjadi pintu masuk untuk menaikkan cukai rokok. Sebab, potensinya sangat besar dan negara dalam posisi butuh uang.


Selain itu, kepentingan untuk menaikkan harga rokok karena faktor kesehatan. Pemerintah terus membiayai ongkos kesehatan efek dari penyakit yang dibawa oleh rokok. Jumlahnya, tentu lebih besar dari nilai cukai rokok yang didapat. Dari penelitiannya, Hasbullah menyebut dampaknya mencapai 3,5 kali dari nilai cukai.

Penyakit yang umumnya muncul karena rokok adalah jantung coroner, kanker, dan penyakit katastropik lain. Itulah kenapa, penting bagi pemerintah untuk segera merealisasikan naiknya harga rokok. Jika masyarakat bisa lebih sehat, maka pemerintah juga bisa menghemat anggaran untuk menjamin kesehatan warga.
...
Sumber : https://m.merdeka.com/uang/kurangi-perokok-harga-rokok-kembali-diusulkan-rp-50000-per-bungkus.html

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : MENGEJUTKAN..!! Kurangi perokok, harga rokok kembali diusulkan Rp 50.000 per bungkus